Sabtu, 06 Oktober 2012

Tawuran Menjadi Percaya Diri Remaja

Sekolah adalah tempat dimana semua anak menerima infomasi pendidikan formal ataupun informal bagi dirinya buat masa depannya. Namum mengapa ada gejala sosial terjadi perkelahian, tawuran, penghinaan di wailayah sekolah....dimana perwujudan pendidikan karakter bagi remaja kita akan melanjutkan cita2 bangsa...
A. Tawuran adalah jati remaja
Remaja ingin tahu dan kalau bisa ingin dilihat orang lain tujuannya supaya diberilkan pujian...namum pemahaman  remaja seperti ini sebetulnya pendidikan keluarga yang cenderung kurang cukup memberikan pendidikan nilai2 yang baik, serta pujian yang cukup dari rumah dan lingkungan bermainnya.  
B. Gejala tawuran adalah akses timbul percaya diri
 Ingin tahu dimulai dari bermain dan berkumpul, berkumpul ini respon dari ada temannya yang dipercayakan menjadi leader lalu mencari masanya dengan meremekan teman2nya dengan mengkucilkan di lingkungan sekolah....sehingga anak yang belum dapat kemandirian dan percaya  dari rumah cenderung respon kelompok lalu ia membangun kemandirian dan percaya diri ke dalam kelompok itu sehingga akses ingin tahu muncul di kelompok yang mereka respon
C. Tawuran menjadi akses untuk eksis sebagai remaja 
Remaja mau eksis ingin tahu tidak ada wadah akses bagi dirinya seperti: keluarga, komunitas, lingkungan  tidak memberikan tempat penyaluran ingin tahu ini ia gunakan di wilayah sekolah ia kumpul dengan kelopok2 aksesnya negatif. kembali ke rumah tentu hubungan dari sekolah akan dibangun menjadi wadah penyaluran ingin tahu itu. Hal ini bahaya bagi orang tua, sebab wadah berbagi dan pujian dalam komunikasi positif sudah harus di mulai dari rumah dengan memberikan tanggung jawab kepada anak dalam banyak hal kalau itu pantas berikan pujian dengan hal2 demikian bisa mengurangi ingin tahu negatif yang di luar rumah seperti sekolah, lingkungan dan kelompoknya...sehingga anak proteksi diri untuk bisa mandiri dan eksis percaya diri karena ia punya wadah di rumah

Tidak ada komentar: